/* google analytics */

Newest Post

Lima Dampak Mengumpulkan Dan Mejahui Keduniaan

| Sabtu, 15 Maret 2014
Read more »

Lima dampak mengumpulkan dan menjauhi kediniawian, dimasa sekarang kebanyakan dari kita berlomba-lomba dalam menumpuk harta dan sedikit diantaranya berupaya menjauhi keduniaan. Termasuk dibagian manakah kita sekarang ini, berlomba-lomba mengumpulkannya atau tidak. Berikut lima dampak mengumpulkan dan menjauhi keduniaan.
Rasulullah SAW bersabda:
“ mengumpul-ngumpulkan harta itu memiliki lima dampak negatif bagi pelakunya, yaitu:
  1. Menguras banyak tenaga dan pikiran untuk mengumpulkannya;
  2. Lalai dalam mengingat Allah karena sibuk mengater harta;
  3. Adanya ketakutan terhadap perampok dan pencuriannya;
  4. Adanya kemungkinan disebut bakhil oleh orang lain; dan
  5. Adanya kemungkinan jauh dari orang-orang shalih karena sibuk dengan urusan duniawa.
Adapun menjauhkan diri dari mengumpul-ngumpulkan harta punya lima dampak positif, yaitu:
  1. Adanya ketenangan jiwa, sebab tidak perlu bersusah paayah mengusahakannya;
  2. Memiliki banyak waktu untuk mengingat Allah;
  3. Senantiasa merasa aman dari perampok dan pencurian;
  4. Dirinya pantas menyandang gelar pemurah hati, (sebab tentu tidak lupa mensodaqahkannya bila mendapat harta); dan
  5. Bisa bergaul dengan orang-orang shalih.

Ahli sastra berkata: “Kemurahan hati seseorang dapat menyebabkan ia dicintai oleh lawan-lawannya, sedangkan kebakhilan seseorang dapat menyebabkan ia dibenci oleh anak-anaknya”. Sebagian ahli sastra lain berkata: “ Sebaik-baik harta adalah yang dapat memperbudak (membeli hati) orang-orang yang merdeka dan sebaik-baik perbuatan ialah yang berhak  mendapat ucapan terima kasih orang lain”.
Demikian artikel ini dibuat semoga memberikan manfaat bagi kita bersama. Amiin
Sumber: Nashaihul Ibad karya Imam Nawawi Al Bantani

Lima Dampak Mengumpulkan Dan Mejahui Keduniaan

Posted by : Abdul Malik S.Pd
Date :Sabtu, 15 Maret 2014
With 0komentar
Tag : ,

Model Pembelajaran Investigasi Kelompok (Group Investigation)

| Rabu, 12 Maret 2014
Read more »

Ide model pembelajaran Group Investigation bermula dari perpsektif filosofis terhadap konsep belajar. Untuk dapat belajar, seseorang harus memiliki pasangan atau teman. Pada tahun 1916, John Dewey, menulis sebuah buku Democracy and Education (Arends, 1998). Dalam buku itu, Dewey menggagas konsep pendidikan, bahwa kelas seharusnya merupakan cermin masyarakat dan berfungsi sebagai laboratorium untuk belajar tentang kehidupan nyata. Pemikiran Dewey yang utama tentang pendidikan (Jacob, et al., 1996), adalah: (1) siswa hendaknya aktif, learning by doing; (2) belajar hendaknya didasari motivasi intrinsik; (3) pengetahuan adalah berkembang, tidak bersifat tetap; (4) kegiatan belajar hendaknya sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa; (5) pendidikan harus mencakup kegiatan belajar dengan prinsip saling memahami dan saling menghormati satu sama lain, artinya prosedur demokratis sangat penting; (6) kegiatan belajar hendaknya berhubungan dengan dunia nyata.
Gagasan-gagasan Dewey akhirnya diwujudkan dalam model group-investigation yang kemudian dikembangkan oleh Herbert Thelen. Thelen menyatakan bahwa kelas hendaknya merupakan miniatur demokrasi yang bertujuan mengkaji masalah-masalah sosial antar pribadi (Arends, 1998). Model group-investigation memiliki enam langkah pembelajaran (Slavin, 1995), yaitu:
  1. Grouping (menetapkan jumlah anggota kelompok, menentukan sumber, memilih topik, merumuskan permasalahan),
  2. Planning (menetapkan apa yang akan dipelajari, bagaimana mempelajari, siapa melakukan apa, apa tujuannya),
  3. Investigation (saling tukar informasi dan ide, berdiskusi, klarifikasi, mengumpulkan informasi, menganalisis data, membuat inferensi),
  4. Organizing (anggota kelompok menulis laporan, merencanakan presentasi laporan, penentuan penyaji, moderator, dan notulis),
  5. Presenting (salah satu kelompok menyajikan, kelompok lain mengamati, mengevaluasi, mengklarifikasi, mengajukan pertanyaan atau tanggapan), dan
  6. Evaluating (masing-masing siswa melakukan koreksi terhadap laporan masing-masing berdasarkan hasil diskusi kelas, siswa dan guru berkolaborasi mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan, melakukan penilaian hasil belajar yang difokuskan pada pencapaian pemahaman.
Sistem sosial yang berkembang adalah minimnya arahan guru, demokratis, guru dan siswa memiliki status yang sama yaitu menghadapi masalah, interaksi dilandasi oleh kesepakatan. Prinsip reaksi yang dikembangkan adalah guru lebih berperan sebagai konselor, konsultan, sumber kritik yang konstruktif. Peran tersebut ditampilkan dalam proses pemecahan masalah, pengelolaan kelas, dan pemaknaan perseorangan. Peranan guru terkait dengan proses pemecahan masalah berkenaan dengan kemampuan meneliti apa hakikat dan fokus masalah. Pengelolaan ditampilkan berkenaan dengan kiat menentukan informasi yang diperlukan dan pengorganisasian kelompok untuk memperoleh informasi tersebut. Pemaknaan perseorangan berkenaan dengan inferensi yang diorganisasi oleh kelompok dan bagaimana membedakan kemampuan perseorangan.
Sarana pendukung model pembelajaran ini adalah: lembaran kerja siswa, bahan ajar, panduan bahan ajar untuk siswa dan untuk guru, peralatan penelitian yang sesuai, meja dan korsi yang mudah dimobilisasi atau ruangan kelas yang sudah ditata untuk itu.
Sebagai dampak pembelajaran adalah pandangan konstruktivistik tentang pengetahuan, penelitian yang berdisiplin, proses pembelajaran yang efektif, pemahaman yang mendalam. Sebagai dampak pengiring pembelajaran adalah hormat terhadap HAM dan komitmen dalam bernegara, kebebasan sebagai siswa, penumbuhan aspek sosial, interpersonal, dan intrapersonal.

Model Pembelajaran Investigasi Kelompok (Group Investigation)

Posted by : Abdul Malik S.Pd
Date :Rabu, 12 Maret 2014
With 0komentar
Tag :

Simbol Matematika Dengan Huruf Yunani

| Selasa, 11 Maret 2014
Read more »

Kali ini saya akan share tentang huruf huruf yunani beserta cara membacanya. Huruf-huruf yunani seperti di bawah ini sering kita temukan ketika kita belajara tentang matematika. Terkadang ketika kita belajar tentang matematika atau yang berkaitan dengan itu kita sering menggunakan simbol-simbol itu,  akan tetapi kebanyakan dari kita tidak mengetahui cara membacaya. Seperti yang pernah dialami seorang kawan, huruf yunani yang ditulis dengan huruf kecil yang seharusnya di baca “xi” tetapi dibaca “’ain” seperti yang ada dalam bahasa arab. Waktu itu tidak apa-apa di baca seperti itu karena dalam 1 kelas tidak ada yang tau bagaimana cara membacanya. Oleh karenanya buat temen-temen yang sedang bergelut dalam dunia matematika dan sekitarnya yang berkaitan dengan huruf-huruf yunani, biar tidak salah penyebutan berikut ini tabel huruf yunani huruf besar, huruf kecil dan cara membacanya.

No.
Huruf besar
Huruf kecil
Cara baca
1
Α
α
Alpha
2
Β
β
Beta
3
Γ
γ
Gamma
4
Δ
δ
Delta
5
Ε
ε
Epsilon
6
Ζ
ζ
Zeta
7
Η
η
Eta
8
Θ
θ
Theta
9
Ι
ι
Iota
10
Κ
κ
Kappa
11
Λ
λ
Lambda
12
Μ
μ
Mu
13
Ν
ν
Nu
14
Ξ
ξ
Xi
15
Ο
ο
Omicron
16
Π
π
Pi
17
Ρ
ρ
Rho
18
Σ
σ
Sigma
19
Τ
τ
Tau
20
Υ
υ
Upsilon
21
Φ
φ
Phi
22
Χ
χ
Chi
23
Ψ
ψ
Psi
24
Ω
ω
Omega

Simbol Matematika Dengan Huruf Yunani

Posted by : Abdul Malik S.Pd
Date :Selasa, 11 Maret 2014
With 0komentar
Tag :

Perintah Allah dan Khusnul Khatimah

|
Read more »


SELAMA HIDUP MENJAGA PERINTAH ALLAH, ALLAH MEMBANTUNYA UNTUK KHUSNUL KHATIMAH
Husnul khatimah adalah akhirnya yang baik. Yaitu seorang hamba, sebelum meninggal, ia diberi taufiq untuk menjauhi semua yang dapat menyebakan kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dia bertaubat dari dosa dan maksiat, serta semangat melakukan ketaatan dan perbuatan-perbuatan baik, hingga akhirnya ia meninggal dalam kondisi ini. Dalil yang menunjukan makna ini, yaitu hadits shahih dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ، قاَلُوُا: كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ؟ قَالَ: يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ مَوْتِهِ. رَواه الإمام أحمـد والترمذي وصحح الحاكم في المستدرك.

"Apabila Allah menghendaki kebaikan pada hambanya, maka Allah memanfaatkannya”. Para sahabat bertanya,”Bagaimana Allah akan memanfaatkannya?” Rasulullah menjawab,”Allah akan memberinya taufiq untuk beramal shalih sebelum dia meninggal.” [HR Imam Ahmad, Tirmidzi, dan dishahihkan al Hakim dalam Mustadrak.]

Keadaan seseorang saat tutup usia memiliki nilai tersendiri, karena balasan baik dan buruk yang akan diterimanya tergantung pada kondisinya saat tutup usia. Sebagaimana dalam hadits yang shahih :

إنَّمَا الأَعْمَالُ بِالخَـوَاتِيْمُ رواه البخاري وغَيْرُهُ

"Sesungguhnya amalan itu (tergantung) dengan penutupnya". [HR Bukhari dan selainnya]

Oleh sebab itulah, seorang hamba Allah yang shalih sangat merisaukannya. Mereka melakukan amal shalih tanpa putus, merendahkan diri kepada Allah agar Allah memberikan kekuatan untuk tetap istiqamah sampai meninggal. Mereka berusaha merealisasikan wasiat Allah Azza wa Jalla :

"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan muslim (berserah diri)". [Ali Imran : 102]

Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan sebuah hadits dalam Shahih-nya, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Ash Radhiyallahu 'anhuma , dia mengatakan :

سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ يَقُوْلُ: إِِنَّ قُلُوْبَ بَنِيْ آدَمَ كُلُّهَا بَيْنَ أَصْبَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ، ثُمَّ قَالَ رَسُوْلَ اللهِ : اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ القُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ.

"Saya mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya kalbu-kalbu keturunan Adam berada di antara dua jari dari jari-jari Allah laksana satu hati, Allah membolak-balikannya sesuai kehendakNya,” kemudian beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam berdoa: “Ya Allah, Dzat yang membolak-balikan hati, palingkanlah hati-hati kami kepada ketaatanMu".

Itulah pentingnya kondisi tutup usia. Sementara itu, kondisi seseorang pada detik-detik terakhir kehidupannya ini, tergantung amal perbuatan pada masa lampau. Barangsiapa yang berbuat baik di saat waktu dan usianya memungkinan, maka insya Allah akhir hidupnya baik. Dan jika sebaliknya, maka sudah tentu kejelekan yang akan menimpanya. Allah tidak akan pernah menzhaliminya, meskipun sedikit. 

Allah SWT Berfirman,"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki". [Ibrahim : 27].

Maka, orang yang dilalaikan hatinya dari mengingat Allah, (selalu) memperturutkan nafsunya dan melampaui batas, bagaimana mungkin diberi petunjuk agar husnul khatimah? Orang yang hatinya jauh dari Allah Azza wa Jalla, lalai dariNya, mengagungkan nafsunya, menyerahkan kepada syahwatnya, lisannya kering dari dzikir, serta anggota badannya terhalang dari ketaatan dan sibuk dengan maksiat, melanggar dengan penuh kesombongan, tertawa dengan maksiat dan meremehkan petunjuk-Nya, maka mustahil diberi petunjuk agar akhir kehidupannya baik (husnul khatimah).

Perintah Allah dan Khusnul Khatimah

Posted by : Abdul Malik S.Pd
Date :
With 0komentar
Tag : ,
Next Prev
▲Top▲