/* google analytics */

Newest Post

Lima Dampak Mengumpulkan Dan Mejahui Keduniaan

| Sabtu, 15 Maret 2014
Read more »

Lima dampak mengumpulkan dan menjauhi kediniawian, dimasa sekarang kebanyakan dari kita berlomba-lomba dalam menumpuk harta dan sedikit diantaranya berupaya menjauhi keduniaan. Termasuk dibagian manakah kita sekarang ini, berlomba-lomba mengumpulkannya atau tidak. Berikut lima dampak mengumpulkan dan menjauhi keduniaan.
Rasulullah SAW bersabda:
“ mengumpul-ngumpulkan harta itu memiliki lima dampak negatif bagi pelakunya, yaitu:
  1. Menguras banyak tenaga dan pikiran untuk mengumpulkannya;
  2. Lalai dalam mengingat Allah karena sibuk mengater harta;
  3. Adanya ketakutan terhadap perampok dan pencuriannya;
  4. Adanya kemungkinan disebut bakhil oleh orang lain; dan
  5. Adanya kemungkinan jauh dari orang-orang shalih karena sibuk dengan urusan duniawa.
Adapun menjauhkan diri dari mengumpul-ngumpulkan harta punya lima dampak positif, yaitu:
  1. Adanya ketenangan jiwa, sebab tidak perlu bersusah paayah mengusahakannya;
  2. Memiliki banyak waktu untuk mengingat Allah;
  3. Senantiasa merasa aman dari perampok dan pencurian;
  4. Dirinya pantas menyandang gelar pemurah hati, (sebab tentu tidak lupa mensodaqahkannya bila mendapat harta); dan
  5. Bisa bergaul dengan orang-orang shalih.

Ahli sastra berkata: “Kemurahan hati seseorang dapat menyebabkan ia dicintai oleh lawan-lawannya, sedangkan kebakhilan seseorang dapat menyebabkan ia dibenci oleh anak-anaknya”. Sebagian ahli sastra lain berkata: “ Sebaik-baik harta adalah yang dapat memperbudak (membeli hati) orang-orang yang merdeka dan sebaik-baik perbuatan ialah yang berhak  mendapat ucapan terima kasih orang lain”.
Demikian artikel ini dibuat semoga memberikan manfaat bagi kita bersama. Amiin
Sumber: Nashaihul Ibad karya Imam Nawawi Al Bantani

Lima Dampak Mengumpulkan Dan Mejahui Keduniaan

Posted by : Abdul Malik S.Pd
Date :Sabtu, 15 Maret 2014
With 0komentar
Tag : ,

Model Pembelajaran Investigasi Kelompok (Group Investigation)

| Rabu, 12 Maret 2014
Read more »

Ide model pembelajaran Group Investigation bermula dari perpsektif filosofis terhadap konsep belajar. Untuk dapat belajar, seseorang harus memiliki pasangan atau teman. Pada tahun 1916, John Dewey, menulis sebuah buku Democracy and Education (Arends, 1998). Dalam buku itu, Dewey menggagas konsep pendidikan, bahwa kelas seharusnya merupakan cermin masyarakat dan berfungsi sebagai laboratorium untuk belajar tentang kehidupan nyata. Pemikiran Dewey yang utama tentang pendidikan (Jacob, et al., 1996), adalah: (1) siswa hendaknya aktif, learning by doing; (2) belajar hendaknya didasari motivasi intrinsik; (3) pengetahuan adalah berkembang, tidak bersifat tetap; (4) kegiatan belajar hendaknya sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa; (5) pendidikan harus mencakup kegiatan belajar dengan prinsip saling memahami dan saling menghormati satu sama lain, artinya prosedur demokratis sangat penting; (6) kegiatan belajar hendaknya berhubungan dengan dunia nyata.
Gagasan-gagasan Dewey akhirnya diwujudkan dalam model group-investigation yang kemudian dikembangkan oleh Herbert Thelen. Thelen menyatakan bahwa kelas hendaknya merupakan miniatur demokrasi yang bertujuan mengkaji masalah-masalah sosial antar pribadi (Arends, 1998). Model group-investigation memiliki enam langkah pembelajaran (Slavin, 1995), yaitu:
  1. Grouping (menetapkan jumlah anggota kelompok, menentukan sumber, memilih topik, merumuskan permasalahan),
  2. Planning (menetapkan apa yang akan dipelajari, bagaimana mempelajari, siapa melakukan apa, apa tujuannya),
  3. Investigation (saling tukar informasi dan ide, berdiskusi, klarifikasi, mengumpulkan informasi, menganalisis data, membuat inferensi),
  4. Organizing (anggota kelompok menulis laporan, merencanakan presentasi laporan, penentuan penyaji, moderator, dan notulis),
  5. Presenting (salah satu kelompok menyajikan, kelompok lain mengamati, mengevaluasi, mengklarifikasi, mengajukan pertanyaan atau tanggapan), dan
  6. Evaluating (masing-masing siswa melakukan koreksi terhadap laporan masing-masing berdasarkan hasil diskusi kelas, siswa dan guru berkolaborasi mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan, melakukan penilaian hasil belajar yang difokuskan pada pencapaian pemahaman.
Sistem sosial yang berkembang adalah minimnya arahan guru, demokratis, guru dan siswa memiliki status yang sama yaitu menghadapi masalah, interaksi dilandasi oleh kesepakatan. Prinsip reaksi yang dikembangkan adalah guru lebih berperan sebagai konselor, konsultan, sumber kritik yang konstruktif. Peran tersebut ditampilkan dalam proses pemecahan masalah, pengelolaan kelas, dan pemaknaan perseorangan. Peranan guru terkait dengan proses pemecahan masalah berkenaan dengan kemampuan meneliti apa hakikat dan fokus masalah. Pengelolaan ditampilkan berkenaan dengan kiat menentukan informasi yang diperlukan dan pengorganisasian kelompok untuk memperoleh informasi tersebut. Pemaknaan perseorangan berkenaan dengan inferensi yang diorganisasi oleh kelompok dan bagaimana membedakan kemampuan perseorangan.
Sarana pendukung model pembelajaran ini adalah: lembaran kerja siswa, bahan ajar, panduan bahan ajar untuk siswa dan untuk guru, peralatan penelitian yang sesuai, meja dan korsi yang mudah dimobilisasi atau ruangan kelas yang sudah ditata untuk itu.
Sebagai dampak pembelajaran adalah pandangan konstruktivistik tentang pengetahuan, penelitian yang berdisiplin, proses pembelajaran yang efektif, pemahaman yang mendalam. Sebagai dampak pengiring pembelajaran adalah hormat terhadap HAM dan komitmen dalam bernegara, kebebasan sebagai siswa, penumbuhan aspek sosial, interpersonal, dan intrapersonal.

Model Pembelajaran Investigasi Kelompok (Group Investigation)

Posted by : Abdul Malik S.Pd
Date :Rabu, 12 Maret 2014
With 0komentar
Tag :

Simbol Matematika Dengan Huruf Yunani

| Selasa, 11 Maret 2014
Read more »

Kali ini saya akan share tentang huruf huruf yunani beserta cara membacanya. Huruf-huruf yunani seperti di bawah ini sering kita temukan ketika kita belajara tentang matematika. Terkadang ketika kita belajar tentang matematika atau yang berkaitan dengan itu kita sering menggunakan simbol-simbol itu,  akan tetapi kebanyakan dari kita tidak mengetahui cara membacaya. Seperti yang pernah dialami seorang kawan, huruf yunani yang ditulis dengan huruf kecil yang seharusnya di baca “xi” tetapi dibaca “’ain” seperti yang ada dalam bahasa arab. Waktu itu tidak apa-apa di baca seperti itu karena dalam 1 kelas tidak ada yang tau bagaimana cara membacanya. Oleh karenanya buat temen-temen yang sedang bergelut dalam dunia matematika dan sekitarnya yang berkaitan dengan huruf-huruf yunani, biar tidak salah penyebutan berikut ini tabel huruf yunani huruf besar, huruf kecil dan cara membacanya.

No.
Huruf besar
Huruf kecil
Cara baca
1
Α
α
Alpha
2
Β
β
Beta
3
Γ
γ
Gamma
4
Δ
δ
Delta
5
Ε
ε
Epsilon
6
Ζ
ζ
Zeta
7
Η
η
Eta
8
Θ
θ
Theta
9
Ι
ι
Iota
10
Κ
κ
Kappa
11
Λ
λ
Lambda
12
Μ
μ
Mu
13
Ν
ν
Nu
14
Ξ
ξ
Xi
15
Ο
ο
Omicron
16
Π
π
Pi
17
Ρ
ρ
Rho
18
Σ
σ
Sigma
19
Τ
τ
Tau
20
Υ
υ
Upsilon
21
Φ
φ
Phi
22
Χ
χ
Chi
23
Ψ
ψ
Psi
24
Ω
ω
Omega

Simbol Matematika Dengan Huruf Yunani

Posted by : Abdul Malik S.Pd
Date :Selasa, 11 Maret 2014
With 0komentar
Tag :

Perintah Allah dan Khusnul Khatimah

|
Read more »


SELAMA HIDUP MENJAGA PERINTAH ALLAH, ALLAH MEMBANTUNYA UNTUK KHUSNUL KHATIMAH
Husnul khatimah adalah akhirnya yang baik. Yaitu seorang hamba, sebelum meninggal, ia diberi taufiq untuk menjauhi semua yang dapat menyebakan kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dia bertaubat dari dosa dan maksiat, serta semangat melakukan ketaatan dan perbuatan-perbuatan baik, hingga akhirnya ia meninggal dalam kondisi ini. Dalil yang menunjukan makna ini, yaitu hadits shahih dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ، قاَلُوُا: كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ؟ قَالَ: يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ مَوْتِهِ. رَواه الإمام أحمـد والترمذي وصحح الحاكم في المستدرك.

"Apabila Allah menghendaki kebaikan pada hambanya, maka Allah memanfaatkannya”. Para sahabat bertanya,”Bagaimana Allah akan memanfaatkannya?” Rasulullah menjawab,”Allah akan memberinya taufiq untuk beramal shalih sebelum dia meninggal.” [HR Imam Ahmad, Tirmidzi, dan dishahihkan al Hakim dalam Mustadrak.]

Keadaan seseorang saat tutup usia memiliki nilai tersendiri, karena balasan baik dan buruk yang akan diterimanya tergantung pada kondisinya saat tutup usia. Sebagaimana dalam hadits yang shahih :

إنَّمَا الأَعْمَالُ بِالخَـوَاتِيْمُ رواه البخاري وغَيْرُهُ

"Sesungguhnya amalan itu (tergantung) dengan penutupnya". [HR Bukhari dan selainnya]

Oleh sebab itulah, seorang hamba Allah yang shalih sangat merisaukannya. Mereka melakukan amal shalih tanpa putus, merendahkan diri kepada Allah agar Allah memberikan kekuatan untuk tetap istiqamah sampai meninggal. Mereka berusaha merealisasikan wasiat Allah Azza wa Jalla :

"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan muslim (berserah diri)". [Ali Imran : 102]

Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan sebuah hadits dalam Shahih-nya, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Ash Radhiyallahu 'anhuma , dia mengatakan :

سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ يَقُوْلُ: إِِنَّ قُلُوْبَ بَنِيْ آدَمَ كُلُّهَا بَيْنَ أَصْبَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ، ثُمَّ قَالَ رَسُوْلَ اللهِ : اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ القُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ.

"Saya mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya kalbu-kalbu keturunan Adam berada di antara dua jari dari jari-jari Allah laksana satu hati, Allah membolak-balikannya sesuai kehendakNya,” kemudian beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam berdoa: “Ya Allah, Dzat yang membolak-balikan hati, palingkanlah hati-hati kami kepada ketaatanMu".

Itulah pentingnya kondisi tutup usia. Sementara itu, kondisi seseorang pada detik-detik terakhir kehidupannya ini, tergantung amal perbuatan pada masa lampau. Barangsiapa yang berbuat baik di saat waktu dan usianya memungkinan, maka insya Allah akhir hidupnya baik. Dan jika sebaliknya, maka sudah tentu kejelekan yang akan menimpanya. Allah tidak akan pernah menzhaliminya, meskipun sedikit. 

Allah SWT Berfirman,"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki". [Ibrahim : 27].

Maka, orang yang dilalaikan hatinya dari mengingat Allah, (selalu) memperturutkan nafsunya dan melampaui batas, bagaimana mungkin diberi petunjuk agar husnul khatimah? Orang yang hatinya jauh dari Allah Azza wa Jalla, lalai dariNya, mengagungkan nafsunya, menyerahkan kepada syahwatnya, lisannya kering dari dzikir, serta anggota badannya terhalang dari ketaatan dan sibuk dengan maksiat, melanggar dengan penuh kesombongan, tertawa dengan maksiat dan meremehkan petunjuk-Nya, maka mustahil diberi petunjuk agar akhir kehidupannya baik (husnul khatimah).

Perintah Allah dan Khusnul Khatimah

Posted by : Abdul Malik S.Pd
Date :
With 0komentar
Tag : ,

Enam perkara yang di rahasiakan Allah

| Sabtu, 08 Februari 2014
Read more »
Umar ra. berkata:
  1. Allah menyembunyakan keridhaan-Nya dalam ketaatan kepada-Nya
  2. Allah menyembunyikan murka-Nya dalam kemaksiatan seorang hamba-Nya
  3. Allah menyembunyikan Lailatul Qadardalam bulan Ramadhan
  4. Allah menyembunyikan para wali di antara manusia
  5. Allah menyembunyikan kematian dalam umur
  6. Allah menyembunyikan ‘ash-shalatul wustha’ (shalat yang paling utama) dalam shalat 5 waktu
Allah menyembunyikan enam hal tersebut dalam enam hal yang lain, maksudnya adalah...
  1. Agar manusia bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ketaatan kepada-Nya, sehingga tidak sepantasnya bagi siapa pun untuk meremehkan ketaatan meskipun sangat kecil, sebab boleh jadi disitulah ada ridha Allah
  2. Agar manusia mau menjahui segala bentuk kemaksiatan dan takut terjerumus kedalamnya, sehingga tidak sepantasnya bagi siapa pun untuk meremehkan kemaksiatan meskipun sangat kecil, sebab boleh jadi disitulah ada murka Allah
  3. Agar ada keungguhan dalam ‘menghidupkan’ seluruh hari pada bulan Ramadhan,sebab sebagaimana disebutkan dalam hadits, pahala ibadah sunnah pada bulan Ramadhan sama dengan ibadah wajib pada bulan selainnya,dan akan bersungguh-sungguh dalam mencari Lailatul Qadar, sebab nilainya  lebih dari 1000 bulan (83 tahun 4 bulan)
  4. Agar manusia mau menghormati setiap orang dan tidak meremehkannya, sebab seseorang meremehkan orang lain, boleh jadi yang diremehkan itu adalah wali Allah
  5. Agar manusia selalu mempersiapkan diri untuk menyambut kematiannya
  6. Agar setiap muslim menjaga betul-betul shalat wajibnya

Enam perkara yang di rahasiakan Allah

Posted by : Abdul Malik S.Pd
Date :Sabtu, 08 Februari 2014
With 0komentar
Tag :

Definisi Posisi dan Fungsi Media Pembelajaran Dalam KBM

| Jumat, 12 Juli 2013
Read more »
Definisi media pembelajaran. Kata media merupakan bentuk jamak dari kata medium. Medium dapat didefinisikan sebagai perantara atau pengantar terjadinya komunikasi dari  pengirim menuju penerima (Heinich et.al., 2002; Ibrahim, 1997; Ibrahim et.al., 2001). Media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan (Criticos, 1996). Berdasarkan definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran merupakan proses komunikasi. Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, guru (komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan), dan tujuan pembelajaran. Jadi, Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.

Posisi media pembelajaran. Oleh karena proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal. Media pembelajaran adalah komponen integral dari sistem pembelajaran. Posisi media pembelajaran sebagai komponen komunikasi ditunjukkan pada Gambar 1.

Gambar 1: Posisi Media dalam Sistem Pembelajaran
Fungsi Media Pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, media memiliki fungsi sebagai pembawa informasi dari sumber (guru) menuju penerima (siswa). Sedangkan metode adalah prosedur untuk membantu siswa dalam menerima dan mengolah informasi guna mencapai tujuan pembelajaran. Fungsi media dalam proses pembelajaran ditunjukkan pada Gambar 2.

Gambar 2: Fungsi media dalam proses pembelajaran
Dalam kegiatan interaksi antara siswa dengan lingkungan, fungsi media dapat diketahui berdasarkan adanya kelebihan media dan hambatan yang mungkin timbul dalam proses pembelajaran. Tiga kelebihan kemampuan media (Gerlach & Ely dalam Ibrahim, et.al., 2001) adalah sebagai berikut. Pertama, kemapuan fiksatif, artinya dapat menangkap, menyimpan, dan menampilkan kembali suatu obyek atau kejadian. Dengan kemampuan ini, obyek atau kejadian dapat digambar, dipotret, direkam, difilmkan, kemudian dapat disimpan dan pada saat diperlukan dapat ditunjukkan dan diamati kembali seperti kejadian aslinya. Kedua, kemampuan manipulatif, artinya media dapat menampilkan kembali obyek atau kejadian dengan berbagai macam perubahan (manipulasi) sesuai keperluan, misalnya diubah ukurannya, kecepatannya, warnanya, serta dapat pula diulang-ulang penyajiannya. Ketiga, kemampuan distributif, artinya media mampu menjangkau audien yang besar jumlahnya dalam satu kali penyajian secara serempak, misalnya siaran TV atau Radio.

Hambatan-hambatan komunikasi dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut. Pertama, verbalisme, artrinya siswa dapat menyebutkan kata tetapi tidak mengetahui artinya. Hal ini terjadi karena biasanya guru mengajar hanya dengan penjelasan lisan (ceramah), siswa cenderung hanya menirukan apa yang dikatakan guru. Kedua, salah tafsir, artinya dengan istilah atau kata yang sama diartikan berbeda oleh siswa. Hal ini terjadi karena biasanya guru hanya menjelaskan secara lisan dengan tanpa menggunakan media pembelajaran yang lain, misalnya gambar, bagan, model, dan sebagainya. Ketiga, perhatian tidak berpusat, hal ini dapat terjadi karena beberapa hal antara lain, gangguan fisik, ada hal lain yang lebih menarik mempengaruhi perhatian siswa, siswa melamun, cara mengajar guru membosankan, cara menyajikan bahan pelajaran tanpa variasi, kurang adanya pengawasan dan bimbingan guru. Keempat, tidak terjadinya pemahaman, artinya kurang memiliki kebermaknaan logis dan psikologis. Apa yang diamati atau dilihat, dialami secara terpisah. Tidak terjadi proses berpikir yang logis mulai dari kesadaran hingga timbulnya konsep.

Pengembangan media pembelajaran hendaknya diupayakan untuk memanfaatkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh media tersebut dan berusaha menghindari hambatan-hambatan yang mungkin muncul dalam proses pembelajaran. Secara rinci, fungsi media dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut.
  1. Menyaksikan benda yang ada atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Dengan perantaraan gambar, potret, slide, film, video, atau media yang lain, siswa dapat memperoleh gambaran yang nyata tentang benda/peristiwa sejarah.
  2. Mengamati benda/peristiwa yang sukar dikunjungi, baik karena jaraknya jauh, berbahaya, atau terlarang. Misalnya, video tentang kehidupan harimau di hutan, keadaan dan kesibukan di pusat reaktor nuklir, dan sebagainya.
  3. Memperoleh gambaran yang jelas tentang benda/hal-hal yang sukar diamati secara langsung karena ukurannya yang tidak memungkinkan, baik karena terlalu besar atau terlalu kecil. Misalnya dengan perantaraan paket siswa dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang bendungan dan kompleks pembangkit listrik, dengan slide dan film siswa memperoleh gambaran tentang bakteri, amuba, dan sebaginya.
  4. Mendengar suara yang sukar ditangkap dengan telinga secara langsung. Misalnya, rekaman suara denyut jantung dan sebagainya.
  5. Mengamati dengan teliti binatang-binatang yang sukar diamati secara langsung karena sukar ditangkap. Dengan bantuan gambar, potret, slide, film atau video siswa dapat mengamati berbagai macam serangga, burung hantu, kelelawar, dan sebagainya.
  6. Mengamati peristiwa-peristiwa yang jarang terjadi atau berbahaya untuk didekati. Dengan slide, film, atau video siswa dapat mengamati pelangi, gunung meletus, pertempuran, dan sebagainya.
  7. Mengamati dengan jelas benda-benda yang mudah rusak/sukar diawetkan. Dengan menggunakan model/benda tiruan siswa dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang organ-organ tubuh manusia seperti jantung, paru-paru, alat pencernaan, dan sebagainya.
  8. Dengan mudah membandingkan sesuatu. Dengan bantuan gambar, model atau foto siswa dapat dengan mudah membandingkan dua benda yang berbeda sifat ukuran, warna, dan sebagainya.
  9. Dapat melihat secara cepat suatu proses yang berlangsung secara lambat. Dengan video, proses perkembangan katak dari telur sampai menjadi katak dapat diamati hanya dalam waktu beberapa menit. Bunga dari kuncup sampai mekar yang berlangsung beberapa hari, dengan bantuan film dapat diamati hanya dalam beberapa detik.
  10. Dapat melihat secara lambat gerakan-gerakan yang berlangsung secara cepat. Dengan bantuan film atau video, siswa dapat mengamati dengan jelas gaya lompat tinggi, teknik loncat indah, yang disajikan secara lambat atau pada saat tertentu dihentikan.
  11. Mengamati gerakan-gerakan mesin/alat yang sukar diamati secara langsung. Dengan film atau video dapat dengan mudah siswa mengamati jalannya mesin 4 tak, 2 tak, dan sebagainya.
  12. Melihat bagian-bagian yang tersembunyi dari sutau alat. Dengan diagram, bagan, model, siswa dapat mengamati bagian mesin yang sukar diamati secara langsung.
  13. Melihat ringkasan dari suatu rangkaian pengamatan yang panjang/lama. Setelah siswa melihat proses penggilingan tebu atau di pabrik gula, kemudian dapat mengamati secara ringkas proses penggilingan tebu yang disajikan dengan menggunakan film atau video (memantapkan hasil pengamatan).
  14. Dapat menjangkau audien yang besar jumlahnya dan mengamati suatu obyek secara serempak. Dengan siaran radio atau televisi ratusan bahkan ribuan mahasiswa dapat mengikuti kuliah yang disajikan seorang profesor dalam waktu yang sama.
  15. Dapat belajar sesuai dengan kemampuan, minat, dan temponya masing-masing. Dengan modul atau pengajaran berprograma, siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan, kesempatan, dan kecepatan masing-masing.

Definisi Posisi dan Fungsi Media Pembelajaran Dalam KBM

Posted by : Abdul Malik S.Pd
Date :Jumat, 12 Juli 2013
With 0komentar

Perintah Allah dan Khusnul Khatimah

| Senin, 01 Juli 2013
Read more »


SELAMA HIDUP MENJAGA PERINTAH ALLAH, ALLAH MEMBANTUNYA UNTUK KHUSNUL KHATIMAH
Husnul khatimah adalah akhirnya yang baik. Yaitu seorang hamba, sebelum meninggal, ia diberi taufiq untuk menjauhi semua yang dapat menyebakan kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dia bertaubat dari dosa dan maksiat, serta semangat melakukan ketaatan dan perbuatan-perbuatan baik, hingga akhirnya ia meninggal dalam kondisi ini. Dalil yang menunjukan makna ini, yaitu hadits shahih dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ، قاَلُوُا: كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ؟ قَالَ: يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ مَوْتِهِ. رَواه الإمام أحمـد والترمذي وصحح الحاكم في المستدرك.

"Apabila Allah menghendaki kebaikan pada hambanya, maka Allah memanfaatkannya”. Para sahabat bertanya,”Bagaimana Allah akan memanfaatkannya?” Rasulullah menjawab,”Allah akan memberinya taufiq untuk beramal shalih sebelum dia meninggal.” [HR Imam Ahmad, Tirmidzi, dan dishahihkan al Hakim dalam Mustadrak.]

Keadaan seseorang saat tutup usia memiliki nilai tersendiri, karena balasan baik dan buruk yang akan diterimanya tergantung pada kondisinya saat tutup usia. Sebagaimana dalam hadits yang shahih :

إنَّمَا الأَعْمَالُ بِالخَـوَاتِيْمُ رواه البخاري وغَيْرُهُ

"Sesungguhnya amalan itu (tergantung) dengan penutupnya". [HR Bukhari dan selainnya]

Oleh sebab itulah, seorang hamba Allah yang shalih sangat merisaukannya. Mereka melakukan amal shalih tanpa putus, merendahkan diri kepada Allah agar Allah memberikan kekuatan untuk tetap istiqamah sampai meninggal. Mereka berusaha merealisasikan wasiat Allah Azza wa Jalla :

"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan muslim (berserah diri)". [Ali Imran : 102]

Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan sebuah hadits dalam Shahih-nya, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Ash Radhiyallahu 'anhuma , dia mengatakan :

سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ يَقُوْلُ: إِِنَّ قُلُوْبَ بَنِيْ آدَمَ كُلُّهَا بَيْنَ أَصْبَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ، ثُمَّ قَالَ رَسُوْلَ اللهِ : اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ القُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ.

"Saya mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya kalbu-kalbu keturunan Adam berada di antara dua jari dari jari-jari Allah laksana satu hati, Allah membolak-balikannya sesuai kehendakNya,” kemudian beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam berdoa: “Ya Allah, Dzat yang membolak-balikan hati, palingkanlah hati-hati kami kepada ketaatanMu".

Itulah pentingnya kondisi tutup usia. Sementara itu, kondisi seseorang pada detik-detik terakhir kehidupannya ini, tergantung amal perbuatan pada masa lampau. Barangsiapa yang berbuat baik di saat waktu dan usianya memungkinan, maka insya Allah akhir hidupnya baik. Dan jika sebaliknya, maka sudah tentu kejelekan yang akan menimpanya. Allah tidak akan pernah menzhaliminya, meskipun sedikit. 

Allah SWT Berfirman,"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki". [Ibrahim : 27].

Maka, orang yang dilalaikan hatinya dari mengingat Allah, (selalu) memperturutkan nafsunya dan melampaui batas, bagaimana mungkin diberi petunjuk agar husnul khatimah? Orang yang hatinya jauh dari Allah Azza wa Jalla, lalai dariNya, mengagungkan nafsunya, menyerahkan kepada syahwatnya, lisannya kering dari dzikir, serta anggota badannya terhalang dari ketaatan dan sibuk dengan maksiat, melanggar dengan penuh kesombongan, tertawa dengan maksiat dan meremehkan petunjuk-Nya, maka mustahil diberi petunjuk agar akhir kehidupannya baik (husnul khatimah).

Sumber: facebook.com

Perintah Allah dan Khusnul Khatimah

Posted by : Abdul Malik S.Pd
Date :Senin, 01 Juli 2013
With 0komentar
Tag :

pembelajaran kooperatif (cooperative learning)

| Senin, 17 Juni 2013
Read more »
Kooperatif berasal dari kata cooperative yang artinya mengerjakan sesuatu secara bersama-sama dengan saling membantu satu sama lainnya sebagai satu kelompok atau satu tim. Definisi pembelajaran kooperatif menurut Slavin bahwa dalam pembelajaran kooperatif siswa belajar dalam kolompok-kelompok kecil yang heterogen dan saling  membantu dalam belajar. Aktivitas di dalamnya berupa diskusi dalam kelompok, saling bertukar informasi untuk  memecahkan  permasalahan dan memperoleh pengetahuan. Selain itu,

pembelajaran kooperatif (cooperative learning)

Posted by : Abdul Malik S.Pd
Date :Senin, 17 Juni 2013
With 0komentar
Tag :

Kunci jawaban Soal Latihan Permutasi Dan Kombinasi

| Kamis, 13 Juni 2013
Read more »

Assalamu'alaikum Wr. Wb
Beberapa hari yang lalu saya posting tentang soal peluang dengan judul postingan Soal Latihan Permutasi Dan Kombinasi (Problem Solved Permutations and Combinations). Hari ini saya posting tentang kunci jawaban dari Soal Latihan Permutasi Dan Kombinasi (Problem Solved Permutations and Combinations) kemarin. Kunci jawaban ini di tujukan untuk mempermudah guru yang ingin menggunakan soal tersebut sebagai soal latihan ataupun soal ulangan, sehingga guru tak perlu repot-repot buat kunci jawaban. kunci ini juga di tujukan bagi murid-murid yang ingin belajar sendiri. berikut kunci jawaban yang sudah saya buat:

Kunci jawaban Soal Latihan Permutasi Dan Kombinasi

Posted by : Abdul Malik S.Pd
Date :Kamis, 13 Juni 2013
With 1 komentar:
Tag :

Syirik Menghapus Amal Soleh

|
Read more »


WASPADA BAHAYA SYIRIK MENGHAPUS SELURUH AMAL, WASPADA RAMALAN MODERN - Zaman dahulu ramalan dilakukan tanpa teknologi, sekarang aktivitas ramal meramal dilakukan dengan bantuan teknologi. Salah satunya menggunakan teknologi internet dan telepon genggam, seperti SMS reg spasi jodoh, reg spasi rezeki, dan lain-lain. Apapun bentuknya, ramalan termasuk perbuatan syirik dan merupakan dosa besar. Hal ini sudah ditegaskan dalam Al-Qur'an: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa yang selain syirik itu bagi siapa saja yang Ia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah (syirik), maka sungguh ia telah melakukan dosa yang sangat besar" (An-Nisa' 48)

Syirik Menghapus Amal Soleh

Posted by : Abdul Malik S.Pd
Date :
With 0komentar
Tag : ,
Prev
▲Top▲